free webpage counters Cara Menghitung Plesteran Dinding yang Benar | Jasa Plester Tembok | Jual Mesin Plester Dinding
Harga Plester dan Harga Borongan untuk Plester Aci
January 24, 2016
Jasa Plester Tembok atau Dinding yang Berpengalaman
January 24, 2016

Ketahui Cara Menghitung Plesteran Dinding yang Benar

Memiliki rumah sendiri merupakan impian banyak orang terutama yang sudah berkeluarga atau yang baru akan menikah. Tahukah Anda bahwa membangun rumah sendiri ternyata biaya yang dikeluarkan tak sebanyak jika membeli rumah sudah jadi. Ya, alasannya karena kita dapat menentukan sendiri material yang akan digunakan serta bentuk rumah apa yang menjadi impian. Banyak orang mengaku membangun rumah dari nol memang butuh perjuangan dan kesabaran karena ada banyak hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah dengan memikirkan masalah dinding rumah. Untuk menghasilkan dinding rumah yang kokoh, tahan lama, dan tak mudah retak maka dinding tersebut sebaiknya diplester dengan baik. Jika Anda membangun rumah dengan meminta bantuan oleh kontraktor ataupun tukang bangunan maka Anda akan tahu apa itu yang dimaksud dengan plester dan bagaimana cara menghitung plesteran dinding yang benar agar nantinya biaya yang dikeluarkan dapat ditekan dan tak terbuang sia-sia.

Pada dasarnya plesteran merupakan suatu lapisan yang digunakan sebagai penutup permukaan dinding rumah baik itu dari sisi luar maupun sisi dalam bangunan dari pasangan bata merah ataupun batu cetak. Plesteran tersebut juga digunakan sebagai perata permukaan dinding serta dapat pula digunakan untuk memperindah dan memperkedap dinding rumah. Nah, bagi Anda yang baru akan membangun rumah ada baiknya untuk tahu cara menghitung plesteran dinding rumah tersebut karena hal ini harus diperhatikan dengan baik. Sebenarnya meghitung plesteran untuk dinding ini cukup mudah terlebih yang sudah sering membangun rumah pasti sudah bisa hafal di luar kepala. Pertama-tama yang harus diperhitungkan adalah komposisi yang digunakan untuk membuat plesteran tersebut. Khusus untuk dinding bata merah biasa dapat menggunakan plesteran yang terbuat dari komposisi semen dan pasir dengan perbandingan 1 pc : 2 ps untuk adukan kedap air. Bisa juga dengan komposisi semen pasir 1 pc : 4 ps untuk adukan plesteran biasa. Lain halnya dengan dinding bata ringan biasa yang menggunakan plesteran dengan produk mortar instan.

Hampir setiap rumah modern saat ini telah menggunakan plesteran yang memang digunakan untuk menutup pasangan dari dinding/tembok. Dinding yang menggunakan plesteran ini akan memiliki banyak keunggulan antara lain seperti akan leih kokoh dan juga kuat, dinding dapat terlindungi khususnya dari pengaruh cuaca, merata permukaan dinding agar terasa halus, dan lain sebagainya. Untuk dapat menggunakan plesteran tembok tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti pemukaan dinding harus dalam posisi tegak dan rata, tidak terdapat retak-retak dalam plesteran, serta ketebalan plesteran yang ada antara 11 mm – 16 mm.

Harapannya dengan mengetahui tentang serba-serbi seputaran plesteran seperti yang sudah dijelaskan di atas ini harapannya nanti dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dapat menghasilkan plesteran yang baik. Pasalnya saat ini banyak ditemukan ketika tukang mengerjakan plesteran tetapi tidak tahu teorinya dengan baik maka plesteran dikerjakan dengan asal-asalan. Contohnya seperti kurangnya siraman yang ada di permukaan dinding sebelum dilakukan plester sehingga menimbulkan retak-retak di dinding dan bahkan plesteran yang ada kurang melekat. Oleh sebab itu, disarankan untuk menggunakan tukang yang memang sudah ahil dalam bidang melakukan plesteran tembok atau dinding tersebut. Perhatikan pula dengan komposisi bahan yang digunakan sebagai campuran plester tersebut. Tujuannya ialah supaya dinding rumah menjadi kokoh dan biaya yang sudah dikeluarkan tak sia-sia begitu saja.

Adapun cara untuk menghitung biaya plesteran dinding adalah sebagai berikut,

per 1 meter persegi plesteran dengan ketebalan 10 mm belum termasuk aci.

0.15 sak semen @Rp. 65.000 per sak

0.02 m kubik pasir @ 250.000 per meter kubik

Upah tenaga kerja (bervariasi, tergantung skill pekerja dan tingkat kerumitan) rata2 Rp. 30.000 per meter persegi.

 

 

 

Comments are closed.